Sunday, 18 May 2014

Berbagai Masalah Ganggu Persiapan Iran ke Piala Dunia

Sanksi internasional terkait program nuklir Iran telah membayang-bayangi upaya Carlos Quieroz yang berupaya membangun tim yang dapat menorehkan jejak di putaran final Piala Dunia.


Pelatih asal Portugal itu akan memerlukan hal istimewa untuk memotivasi para pemainnya untuk berhadapan dengan sejumlah bintang global seperti Lionel Messi, Sergio Aguero, dan Edin Dzeko, ketika mereka berhadapan dengan Argentina, Nigeria, dan Bosnia di Grup F.


Rakyat Iran bernyanyi dan menari di jalan-jalan kota Tehran setelah tim mereka menaklukkan Korea Selatan pada Juni untuk memastikan tempat di putaran final. Pemimpin spiritual Ayatollah Ali Khamenei mengatakan tim itu mendatangkan "kegembiraan" nasional.


Namun Iran mendapat sejumlah cobaan di dalam dan di luar lapangan pada beberapa bulan terakhir. Ketika negara itu tidak dilibatkan dalam sistem perbankan, Quieroz berjuang setiap hari untuk membawa pasukannya mencapai momentum puncak di Brazil.


Pekan ini Queiroz dan sejumlah pemainnya mengeluhkan bahwa peralatan olahraga yang dipasok pabrikan Jerman Uhlsport tidak mencukupi, dan sepatu-sepatu yang ada terlalu kecil serta kaus kaki yang mereka terima menciut.


Uhlsport dan federasi Iran menepis tudingan-tudingan tersebut, yang tidak membantu hubungan mereka dengan Quieroz.


Iran akan tampil pada putaran final Piala Dunia mereka untuk keempat kalinya - setelah 1978, 1998 (di mana mereka mengalahkan AS), dan 2006 - namun mereka belum pernah melewati fase grup putaran pertama.


Kekalahan 1-2 saat menjamu Guinea, yang menghuni peringkat 53 dunia, pada Maret tidak membantu persiapan-persiapan Queiroz.


Queiroz kemudian menagih usaha yang lebih besar dari para pemainnya, namun ketika sanksi-sanksi keuangan memukul mereka, persiapan dan target yang telah dicanangkan terlihat semakin berat.


Sepuluh dari 30 anggota tim sementara yang diumumkan pada pekan ini bermain di luar negeri - termasuk gelandang Fulham Ashkan Dejageh dan penyerang Charlton Reza Ghoochannejad.


Bulan lalu, hanya 12 pemain yang mengikuti pemusatan latihan di Afrika Selatan. Tim sekarang sedang berada di Austria untuk memainkan pertandingan-pertandingan persahabatan melawan Montenegro pada 26 Mei dan Trinidad dan Tobago pada 8 Juni.


"Memang benar bahwa kami memiliki masalah-masalah keuangan, namun jika Queiroz menginginkan kamp-kampnya kami telah mempersiapkan sepenuhnya untuk mengorganisir mereka," kata presiden federasi sepak bola Iran Ali Kafashian kepada kantor berita Mehr pada Maret.


Federasi membutuhkan lebih dari 6,5 juta dolar untuk membiayai persiapan-persiapan Piala Dunia serta membayar sejumlah hutang, kata sang presiden.


Masa depan Queiroz juga meragukan. Ia belum mengumumkan apakah akan bertahan dengan Iran dan rumor-rumor perihal masalah peralatan olahraga mencuatkan isu mengenai kepergiannya.


"Kontrak saya berakhir pada 31 Juli, dan saya tidak berpikir bahwa saya berada dalam rencana-rencana federasi. Tidak seorang pun berbicara kepada saya tentang hal itu saat ini," kata Queiroz kepada AFP pada Februari.


Para pemain berusaha keras untuk tetap positif meski suasananya tidak menguntungkan mereka.


"Saya pikir kami masih dapat berada dalam bentuk yang bagus dan mendapatkan hasil-hasil bagus," kata Dejagah, yang bermain untuk Fulham yang terdegradasi dari Liga Utama Inggris pada bulan ini.


"Para pemain telah bersama untuk kurun waktu yang lama. Kami memiliki tim bagus, pemain-pemain dengan pengalaman internasional. Jika kami menggunakan waktu yang tersisa, kami mampu mencapai sesuatu," kata gelandang serang 27 tahun ini setelah mereka kalah dari Guinea.


Lahir di Tehran, keluarganya pindah ke Jerman dan ia memenangi Piala Eropa U-21 untuk Jerman pada 2009, dan kemudian mulai bermain untuk Iran pada 2011.


Penyerang bintang Ghoochannejhad, yang dijuluki "Gucci" oleh warga Iran, mencetak gol yang mengamankan tempat di putaran final dan ia juga memperkuat Charlton di Championship.


Pria dengan nama terpanjang di dunia sepak bola itu pindah ke Belanda saat masih anak-anak, dan sempat bermain untuk negara tersebut pada level U-23, sebelum dirinya menerima pinangan Queiroz.


Sang pelatih juga memanggil Daniel Davari dari klub Jerman Eintracht Frankfur, yang merupakan pemain Iran-Jerman lainnya, serta bek kanan kelahiran AS Steven Beitashor dari San Jose Earthquakes.


Iran bahkan bisa memiliki pemain Brazil di timnya. Mantan penyerang Vasco da Gama dan Paraense Eder Luciano, yang lebih dikenal sebagai Edinho, pindah ke Iran pada 2008 untuk bermain bagi Mes Kerman dan mendapatkan kewarganegaraan Iran tahun ini.


Ia tidak dipanggil masuk tim sementara Iran.(ant/ris)

No comments:

Post a Comment